Kamis, 06 Oktober 2016

Perkenalan Pelatih PMR MAN 2 Pekalongan

Setiap Rabu merupakan hari Latihan Organisasi PMR dan PKS MAN 2 Pekalongan.
PMR    Singkatan dari Palang Merah Remaja
PKS     Singkatan dari Patroli Keamanan Sekolah
Tapi yang mau saya bahas Kegiatan PMR kawan, mumpung ada Pelatih baru tu di PMR MAN 2 Pekalongan, kira – kira siapa ya?
Hahaha, . .
Yups tak menunggu lama, yuk kita kenalan aja yuk. .
Iya betul dia Alumni MAN 2 Pekalongan kawan, tapi siapa yaa?
Jabatan dulunya Mantan Kasat PKS MAN 2 Pekalongan?
Masa Bhakti 2010/2011, ???
Siapa hayoo?
Da tak kasih tahu ajha biar ndax kelama’an mikir, dia bernama Rifky Bahtiar Rifai, atau biasa di panggil Kak Rifky.
Wuach yang POSTING sendiri donk. . .
Hahaha. . .
Ndax apa” ya kawan, kata orang Jawa Wadoel sitik. .

            Oke, Tepatnya SK Pelatih PMR Baru keluar tanggal 28 Agustus 2014 ketika itu saya di telepon Oleh Perjaka MAN 2 Pekalongan, siapa lagi kalau bukan Pak Alam atau Satpamnya MAN 2 yang paling TOP dech. .
Hehehe. .

            Dan pada tanggal 03 September 2014, saya diperkenankan melatih adik-adik PMR MAN 2 Pekalongan, luar biasa sekali ternyata banyak anggota yang mengikuti latihan PMR ini, dari kelas X sampai kelas XII.
Latihan awal saya mulai dengan Perkenalan, baik pelatih maupun dari Anggota PMR yang mengikuti latihan tersebut.

Mungkin itu saja. .
Berikut Documentasinya. . .




Akhir Latihan diakhiri dengan MAN 2 Yess. . .

LATIHAN DASAR KEPEMIMPINAN (LDK) OSIS MAN 2 PEKALONGAN Tahun 2014

OSIS MAN 2 Pekalongan mengadakan Kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan atau bisa biasa disingkat LDK. Dimana kegiatan tersebut berjalan dari Tanggal 11 s.d 14 September 2014.
Pada tanggal 11 s.d 12 Sept 2014, merupakan kegiatan LDK Materi bertempat di MAN 2 Pekalongan dari Jam pulang sekolah pukul 14.30 WIB. Dan dilanjutkan dengan LDK Lapangan pada tanggal 13 s.d 14 Sept 2014 di daerah Blado.

Kegiatan LDK ini bertujuan untuk melatih Anggota OSIS MAN 2 Pekalongan mempunyai sikap percaya diri, komunikasi, kerjasama dan Bagaimana menjadi seorang pemimpin yang baik serta bijaksana dalam kegiatan ber-Organisasi.

Tak hanya Guru atau Pembina yang mengisi Materi, ternyata Materi juga diisi oleh Kakak Alumni yang dulu juga perna menjabat sebagai OSIS MAN 2 Pekalongan.

Kegiatan LDK ini diikuti oleh kelas X dan kelas XI dengan Jumlah 112 Orang sebagai Peserta. Kelas XII sebagai Panitia. Dan tak Lupa KAKAK ALUMNI yang demikian senangnya membantu dan Membimbing Adik-adik dalam Ber-Organisasi.
Wuach Banyak juga yaa. .
Semoga dari Jumlah sekian Banyaknya dapat temen-temen pertahankan hingga akhir kalian LULUS.

Inilah Documentasi :

LDK Materi di Aula MAN 2 Pekalongan




Materi Menjelang Outbond, pada sore hari pukul 16.00, yang di Pandu oleh KAK Yudha Alumni




Outbond, dimana adik-adiknya disuruh berkumpul sesuai dengan abjad huruf Depannya dan di wajibkan kenal satu sama lain...
Hahaha,...
Seru yaa Temen-temen kegiatan LDK Osis MAN 2 Pekalongan. . .


Terima Kasih.

KBO/KBP MAN 2 Pekalongan

KBO/KBP MAN 2 Pekalongan tahun 2014, diadakan pada tanggal 6 – 9 Agustus 2014 di Desa Kajongan, Kajen – Kabupaten Pekalongan.
KBO/KBP merupakan KBO/KBP yang ke – 2 kalinya setelah kami jadi Alumni Punakawan MAN 2 Pekalongan.
Sungguh luar biasa kegiatan KBO/KBP ini diikuti banyak siswa siswi baru dan Panitia baik siswa maupun GURU MAN 2 Pekalongan, sampe saya ndax bisa ngitung tu...
Hahaha...
Tak hanya itu Alumni banyak membantu jalannya acara pada kegiatan ini, tersebar namun terarah  ada yang bantu di ORMED, Sekretariatan, Logistik, Kesehatan dan laen-laen de. .
Tapi maaf ya kawan Documentasinya kurang. .
Dikarenakan sie Repoter ini ditinggal lenovo, ponsel genggamnya Batrenya habis. . .
Hehehe
Ini Documentasinya :

Sepak Terjang AMANDA GRAFIKA Ketika KBO/KBP MAN 2 Pekalongan thn. 2014
Sebelum berangkat ke medan perang. . maaf bukan maksud saya ke BUPER (Bumi Perkemahan) KBO/KBP yang letaknya di desa Kajongan, Kajen.
Kami Team Amanda Grafika, mempersiapkan diri buat Wirausaha kami yaitu Jualan PIN dan Stiker.
Documentasi Persiapan Jualan :
Kak Wit dan Kak Heru tu masih sibuk

Motivasi Siswa Dalam Belajar - MAN 2 PEKALONGAN


Kiat - kiat dalam Memotivasi Siswa dalam Belajar
Berikut ini adalah kiat-kiat dalam memotivasi siswa dalam belajar !
Usaha-usaha peningkatan motivasi siswa dalam belajar dapat dilakukan dengan cara : 
a.  Memberi angka
     Siswa yang memperoleh angka baik, maka akan terdorong motivasi belajarnya menjadi lebih besar,      sebaliknya siswa yang mendapat angka kurang baik, mungkin akan menimbulkan frustasi (terkadang) dapat pula menjadi pendorong agar belajar lebih baik. 

b. Pujian
    Pujian menimbulkan rasa puas dan senang, sehingga siswa termotivasi untuk belajar lebih baik.

c. Pemberian
    Hadiah Untuk menunjukkan hasil belajar yang baik atau kegiatan-kegiatan lain yang mendorong siswa untuk berprestasi 

d.Persaingan
   Menimbulkan persaingan, pertentangan antar individual, tetapi persaingan yang baik ialah dalam bentuk antar kelompok belajar.


e. Kerja Kelompok
     Dalam kerja kelompok para siswa melakukan kerja sama untuk pendorong dalam perbuatan belajar 

f. Penilaian 
    Penilaian secara kontinu akan mendorong siswa untuk belajar lebih giat.

g. TV/Film 
     Pendidikan Siswa mendapat pengalaman baru yang mengusahakan suatu unit cerita yang bermakna dan memikat perhatian dan minat dalam belajar. 

h. Radio 
     Walaupun radio tidak bisa menggantikan fungsi guru dalam mengajar tetapi bisa membangkitkan dan memelihara motivasi belajar siswa. 

I. Internet/Social Media 
    Perkembangan globalisasi sangan memungkinkan pertemuan guru dengan siswa di dunia maya tanpa batasan waktu, artinya guru dapat memanfaatkan social media dalam mendukung pembelajaran di dalam kelas, apalagi dengan menggunakan e-learning sehingga interaksi dengan siswa tidak sebatas pertemuan di ruang kelas.

Sejarah Kepramukaan - MAN 2 Pekalongan

Sejarah kepramukaan di Indonesia tidak bisa dilepaskan dengan sejarah perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia. Gagasan Baden Powell yang membentuk kepramukaan dengan cepat menyebar ke berbagai negara, termasuk Belanda. Di negara Belanda kepramukaan disebut sebagai Padvinder. Di negara jajahannya, termasuk Indonesia, Belanda mendirikan organisasi Kepramukaan. Di Indonesia dikenal dengan istilah NIPV (Netherland Indische Padvinder Vereniging; Persatuan Pandu-Pandu Belanda). Organisasi ini dikhususkan bagi anak-anak Belanda.

              Oleh tokoh-tokoh pergerakan nasional Indonesia dibentuk organisasi kepanduan yang bertujuan membentuk manusia Indonesia yang baik dan menjadi kader pergerakan nasional. Karenanya kemudian muncul organisasi-organisasi kepramukaan pribumi yang kala itu jumlahnya mencapai lebih dari seratus organisasi. Organisasi itu semisal; JPO (Javananse Padvinders Organizatie); JPP  (Jong Java Padvinderij), SIAP (Sarekat Islam Afdeling Padvinderij); HW (Hisbul Wathon) dll.

              Sejarah terus berlanjut. Melihat maraknya organisasi kepramukaan milik pribumi yang bermunculan, Belanda akhirnya membuat peraturan untuk melarang organisasi kepramukaan di luar milik Belanda menggunakan istilah Padvinder. Karena itu kemudian KH. Agus Salim menggunakan istilah "Pandu" dan "Kepanduan".

              Sejak tahun 1930 timbul kesadaran dari tokoh-tokoh Indonesia untuk mempersatukan organisasi kepramukaan. Maka terbentuklah KBI (Kepanduan Republik Indonesia). KBI merupakan gabungan dari organisasi kepanduan seperti IPO, PK (Pandu Kesultanan), PPS (Pandu Pemuda Sumatra). Dan pada tahun 1931 terbentuk PAPI (Persatuan Antar Pandu-Pandu Indonesia), kemudian diubah menjadi BPPKI (Badan Pusat Persatuan Kepanduan Indonesia) pada tahun 1938. Pada waktu pendudukan Jepang, kepanduan di Indonesia dilarang sehingga tokoh Pandu banyak yang masuk Keibondan, Seinendan dan PETA.

              Setelah masa kemerdekaan dibentuklah organisasi kepanduan yang bersifat nasional  yaitu Pandu Rakyat Indonesia yang dideklarasikan di Solo pada tanggal 28 Desember 1945. Pandu Rakyat Indonesia menjadi satu-satunya organisasi kepramukaan di Indonesia saat itu.

              Namun pada masa leberalisme, kembali bermunculan berbagai organisasi kepanduan seperti; HW, SIAP, Pandu Indonesia, Pandu Kristen, Pandu Ansor, KBI dll yang jumlahnya mencapai seratusan lebih. Sebagian organisasi tersebut terhimpun dalam tiga federasi yaitu; IPINDO (Ikatan Pandu Indonesia, berdiri tanggal 13 September 1951), POPPINDO (Persatuan Organisasi Pandu Putri Indonesia, berdiri tahun 1954) dan PKPI (Persatuan Kepanduan Putri Indonesia).

              Pada 1953 IPINDO berhasil menjadi anggota kepramukaan sedunia. Pada tanggal 10-20 Agustus 1955 IPINDO juga berhasil menyelenggarakan Jambore Nasional I di Pasar Minggu Jakarta.  Sedangkan POPPINDO dan PKPI pernah bersama-sama  menyambut singgahnya Lady Baden  Powell  (istri Baden Powell) ke Indonesia, dalam perjalanan ke Australia. Pada tahun 1959, PKPI mengadakan perkemahan besar untuk pramuka putri yang disebut “Desa Semanggi” di Ciputat. Pada tahun ini juga IPINDO mengirimkan kontingen ke Jambore Dunia di MT. Makiling Filipina.

              Menyadari kelemahan yang ada, ketiga federasi tersebut akhirnya meleburkan diri menjadi PERKINDO (Persatuan Kepanduan  Indonesia). Namun ternyata Perkindo sendiri kurang solid sehingga  coba  dimanfaatkan oleh pihak komunis agar menjadi gerakan Pionir Muda seperti di negara komunis lainnya.
             
               Mulai tahun 1960-an, berbagai pihak termasuk pemerintah dan MPRS melakukan berbagai upaya untuk melakrukatn penertiban organisasi kepanduan termasuk upaya untuk mendirikan Gerakan Pramuka.

              Pada hari Kamis malam tanggal 9 Maret 1961 Presiden mengumpulkan tokoh-tokoh dan pemimpin gerakan kepramukaan Indonesia, bertempat di Istana Negara. Presiden mengungkapkan bahwa kepanduan yang ada harus diperbaharui, metode dan aktivitas pendidikan harus diganti, seluruh organisasi kepanduan yang ada dilebur menjadi satu yang disebut Pramuka.

              Presiden juga menunjuk Panitia Pembentukan Gerakan Pramuka yang terdiri atas Sri Sultan Hamengku Buwono IX, Menteri P dan K Prof. Prijono, Menteri Pertanian Dr.A. Azis Saleh dan Menteri Transmigrasi, Koperasi dan Pembangunan Masyarakat Desa, Achmadi. Peristiwa ini kemudian disebut sebagai HARI TUNAS GERAKAN PRAMUKA.

              Panitia inilah yang kemudian mengolah Anggaran Dasar Gerakan Pramuka, sebagai Lampiran Keputusan Presiden R.I Nomor 238 Tahun 1961, tanggal 20 Mei 1961 tentang Gerakan Pramuka. Kepres ini menetapkan Gerakan Pramuka sebagai satu-satunya organisasi kepanduan yang ditugaskan menyelenggarakan pendidikan kepanduan bagi anak-anak dan pemuda Indonesia. Peristiwa ini kemudian disebut sebagai HARI PERMULAAN TAHUN KERJA.

              Kepres Nomor 238 Tahun 1961 ini ditandatangi oleh Perdana Menteri Ir. Juanda sebagai Pejabat Presiden Karena Presiden RI, Ir. Soekarno saat itu sedang berkunjung ke Jepang.

              Pada tanggal 30 Juli 1961,  bertempat di Istora Senayan (Sekarang Stadiun Gelora Bung Karno),  tokoh-tokoh organisasi kepanduan di Indonesia yang menyatakan dengan ikhlas meleburkan diri ke dalam organisasi Gerakan Pramuka. Peristiwa ini kemudian disebut sebagai HARI IKRAR GERAKAN PRAMUKA.

              Presiden Soekarno menyerahkan panji kepramukaan Pada tanggal 14 Agustus 1961, dilakukan Pelantikan Mapinas (Majlis Pimpinan Nasional), Kwarnas dan Kwarnari di Istana Negara, dilanjutkan penganugerahan Panji-panji Kepramukaan dan defile Pramuka untuk memperkenalkan Pramuka kepada masyarakat yang diikuti  oleh sekitar 10.000 Pramuka. Peristiwa ini kemudian disebut sebagai HARI PRAMUKA yang diperingati hingga sekarang.

              Mapinas saat itu diketuai oleh Dr. Ir. Soekarno (Presiden RI)  dengan Wakil Ketua I, Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan Wakil Ketua II Brigjen TNI Dr.A. Aziz Saleh. Sementara Kwarnas, diketuai oleh Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan  Brigjen TNI Dr.A. Aziz Saleh sebagai Wakil Ketua merangkap Ketua Kwarnari.

PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARUJALUR REGULERMADRASAH ALIYAH NEGERI 2 PEKALONGANTAHUN PELAJARAN 2015/2016

MAN 2 Pekalongan merupakan lembaga pendidikan formal di bawah naungan Kementerian Agama RI. MAN 2 Pekalongan  menyelenggarakan program pendidikan Nasional/Umum dengan ditambah Pendidikan Agama Islam yang berkarakteristik madrasah (SMA Plus)  mempunyai 3 jurusan:

1. Ilmu Pengetahun Alam (IPA)
2. Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
3. Keagamaan

MAN 2 Pekalongan sebagai madrasah unggul dan berprestasi mempunyai 3 program unggulan yaitu Otomotif, Tata Busana dan PPHP , dan lulusan akan mendapatkan sertifikat dari LPKS Amanah (lembaga pelatihan kerja milik MAN 2 Pekalongan) yang bekerjasama dengan Dinsosnakertrans.



Syarat dan Ketentuan Jalur Reguler:1. Calon peserta didik datang sendiri dan berseragam sekolah asal
2. Calon peserta didik lulusan SMP/MTs Tahun Pelajaran 2014/2015 atau 2013/2014
3. Menyerahkan fotocopi ijazah yang dilegalisir 2 lembar dan SKHUN/STL Asli
4. Usia pada tanggal 14 Juli 2015 setinggi-tingginya 18 tahun
5. Mengisi formulir yang telah disediakan panitia secara lengkap dan benar (NISN wajib diisi)
6. Menyerahkan pas foto hitam putih ukuran 3 x 4 sebanyak 3 lembar
7. Membayar uang pendaftaran Rp. 30.000,-

Untuk informasi lebih lanjut :
Telp. (0285) 421059
Email : man02pekalongan@gmail.com
Website : www.man2pekalongan.sch.id

MANAJEMEN WAKTU

Ada satu yang menggelitik pikiran, mengapa hari-hari yang kita lalui tidak membawa perubahan signifikan pada diri kita ? sepertinya monoton berlalu begitu saja tanpa meninggalkan bekas atau hasil yang dapat kita banggakan sebagai bekal dunia maupun akhirat. Boleh jadi, salah satu penyebabnya adalah “kita tidak memiliki perencanaan yang jelas dan terukur.” Apa yang ingin saya dapatkan dari hari-hari ku ? Bagaimana cara mencapainya ? dan program-program apa saja yang harus saya kerjakan ? juga rencana-rencana apa saja untuk mencapai program itu ? Pertanyaan-pertanyaan seperti ini jarang kita munculkan pada diri kita. Akibatnya, semua berjalan seperti biasanya, bagai air mengalir. Atau bagai angin bertiup. Hari-hari tiada arti datang dan pergi silih berganti.
             Jadi kesuksesan atau kegagalan kita dalam mengisi hari-hari sangat dipengaruhi oleh faktor perencaan. Semakin bagus perencanaan yang kita buat, insya Allah semakin besar pula peluang kita untuk sukses. Ada sebuah motto yang sangat baik : “Gagal merencanakan sama artinya dengan merencanakan gagal.” Atau “Lebih baik bersimbah peluh dalam latihan daripada bersimbah darah dalam pertempuran.



Yang Perlu diperhatikan dalam Perencanaan :


Sebelum membuat perencanaan, ada enam hal yang harus kita perhatikan, yaitu :

1. Tekad yang kuat

Tekad sama artinya dengan motivasi yang kuat. Tanpa adanya kekuatan tekad, kita tidak akan pernah sukses dalam berbuat atau beramal. Hari, minggu, atau bulan tidak akan pernah menjadi hari, minggu atau bulan prestasi seandainya kita tidak bertekad untuk mengisinya dengan aktivitas atau amal terbaik.

2. Memiliki target yang jelas

target adalah tujuan, cita-cita atau segala sesuatu yang ingin kita capai. Tanpa adanya target yang jelas, kita tidak akan fokus melangkah. Semakin tidak jelas target dan waktu pencapaiannya, mak peluang gagalnya rencana akan semakin besar. Maka tulislah target kita dengan jelas didinding kamar, dikertas kecil, di display handphone, atau dimanapun yang mudah kita lihat sehingga kita selalu mengingatnya.
             Pelajari pula teknik membuat rencana dan segera membuat rencana yang matang dan teruji. Buat program dalam bentuk rencana harian, mingguan, dan bulanan. Disini penting pula memahami skala prioritas, mana yang harus didahulukan, dan mana pula yang bisa ditunda. Mana yang harus dikerjakan, manapula yang tidak. Dr. Yusuf Al Qardhawi dalam bukunya fikih prioritas mengungkapkan urutan amal yang terpenting diantara yang penting. Patokannya :
- sangat penting dan sangat mendesak dikerjakan pada urutan pertama
- tidak penting dan sangat mendesak dikerjakan pada urutan kedua
- sangat penting dan tidak mendesak dikerjakan pada urutan ketiga
- tidak penting dan tidak mendesak dikerjakan pada utuan keempat


3. Buat rencana cadangan

kita pun harus selalu siap dengan segala kemungkinan tak terduga. Kita merencanakan, tapi Allah yang menentukan. Karena itu, buat rencana B dan C sebagai rencana cadangan bila rencana utama mengalami gangguan. Bila ada rencana cadangan, insya Allah kita tidak akan kehinlangan waktu untuk panik.

4. Rencana atau program harus realistis, terukur dan adil

hindari membuat rencana yang terlalu tinggi, tidak realistis, dan terlalu sulit dicapai. Program kitapun harus adil dan seimbang. Sebab kita harus menunaikan banyak hak, dimana setiap hak menuntut pemenuhan. Ada hak Allah, hak keluarga, hak akal, hak teman, hak tetangga, hak badan, hak diri dan lainnya.
5. Disiplin dalam rencana

Sehebat apapun program dan rencana, tidak akan berarti sama sekali jika kita tidak disiplin melaksanakannya. Maka jangan tergiru oleh kegiatan, kesenangan spontan, atau pa saja yang akan menjauhkan kita dari rencana yang telah disusun. Yang tak kalah penting, lawan dan kalahkan kemalasan. Tidak ada amal yang terlaksana bila kita malas. Malas adalah kendaraan setan. Malas tidak akan mendatangkan apapun, selain kerugian dan kesengsaraan.Ada satu prinsip “Tiada prestasi tanpa disiplin.” Siapa lagi yang dapat memaksa kita untuk sukses selain diri sendiri.
6. Sempurnakan setiap kali beraktivitas atau beramal 

Penyempurnaan adalah tahap akhir yang akan menentukan berkualitas tidaknya amal yang kita lakukan. Kita akan mendapatkan yang terbaik, bila melakukan yang terbaik pula.

Refleksi Peringatan Maulid Nabi SAW

Tanpa terasa, kita sudah memasuki bulan Rabi'ul Awwal hari ke – 5 atau tanggal 5. Yang berarti Jum'at depan 12 Rabi'ul Awwal adalah peringatan hari kelahiran teladan dan junjungan kita Rasulullah SAW. Bagaimana refleksi kita terhadap peringatan hari kelahiran rasul terakhir dan kekasih Allah SWT itu ? 
               Kecintaan kita kepada Rasulullah SAW sudah tidak perlu dipertanyakan lagi. Setiap perayaan Maulid Rasulullah SAW kita larut dalam kerinduan yang tak bertepi kepada Beliau. Keberadaan kita pada abad ini, merupakan keistimewaan tersendiri, walaupun tidak pernah bertemu Nabi namun kita adalah orang yang percaya bahwa nabi adalah sebaik-baik manusia yang akhlaknya tiada cela. Allah dan malaikat pun bershalawat kepadanya. Dan sungguh kalau tidak karena engkau ya Rasulullah, Allah SWT tidak akan menciptakan alam semesta ini.
               Suatu ketika, seorang sahabat bertanya, "Rasulullah ! Apakah ada manusia yang lebih baik daripada kami. Kami masuk Islam di tanganmu. Kami juga berjihad bersamamu?" Rasulullah menjawab, "Benar. Sekelompok manusia yang hidup setelah kalian. Mereka percaya kepadaku, walaupun mereka tidak pernah melihatku."
               Riwayat lain mengatakan, "Umatku ibarat hujan. Tidak pernah diketahui mana yang paling baik. Awal atau akhirnya." Al-Qadhi 'Iyadh menuturkan, setiap generasi memiliki keunggulan dan keistimewaan sendiri. Generasi awal menjadi begitu istimewa karena beriman setelah menyaksikan mukjizat secara langsung dan menerimanya dengan baik. Sedangkan generasi akhir percaya pada sesuatu yang tidak terlihat (ghaib) setelah menyaksikan tanda-tanda, dan menerima dengan baik serta secara suka rela. Jika umat awal berperan dalam menegakkan agama, maka umat yang akhir berperan menjaga ketegakannya. Artinya, potensi generasi awal dan akhir adalah sama. Setiap tetesan air hujan selalu memiliki peran dalam menumbuhkembangkan tanaman. Demikian pula dengan generasi awal dan generasi yang lebih akhir, sama-sama punya potensi dan peran dalam mewujudkan khairu ummah (umat yang terbaik).
Maulid, Momen Melakukan Perubahan
               Kita akui, salah satu kelemahan kaum muslimin di negeri ini adalah suka kepada hal-hal yang bersifat meriah tapi abai kepada hal-hal yang fundamental. Kita sepakat bulat bahwa perayaan maulid adalah hal yang penting, tapi yang jauh lebih penting adalah bagaimana kita bisa mengkonkretkan setiap perilaku Rasulullah SAW dalam perilaku nyata sehari-hari. Kita adalah pecinta maulid, tapi kita juga pecinta kehidupan yang siap bekerja keras dan berprestasi dalam segala bidang kehidupan.
               Penjelasan Al Qadhi di atas, memberikan semangat kepada kita untuk selalu melakukan perubahan menuju yang lebih baik. Dari tidak mengenal Nabi, menjadi orang yang paling tahu tentang beliau. Dari yang tidak pernah mengamalkan ajarannya, menjadi orang yang paling gigih mengamalkan. Dari yang tidak konsisten, menjadi konsisten. Dari kemalasan menjadi penuh semangat. Dari yang buta ilmu menjadi pencinta ilmu. Beberapa hal ini adalah contoh perubahan diri sendiri.
               Di ruang publik (sosial), perubahan yang dilakukan individu-individu itu tentu saja dapat memberikan pengaruh yang tidak sedikit. Keshalihan sebagai simbol keunggulan spiritual, mendorong terwujudnya ketenteraman sosial. Kemakmuran dan kesejahteraan merupakan nilai ideal yang diharapkan oleh hampir semua manusia.
               Sikap-sikap rakus yang menerjang norma-norma sosial-agama harus dihentikan. Disinilah pentingnya akhlak. Apapun sistem  yang diterapkan, selama ditopang perilaku yang baik pula, insya Allah dapat membawa kesejahteraan. Sebuah bangsa tidak akan hancur oleh kebebasan. Ia hanya akan hancur oleh keburukan budi pekerti.
               Itu semua adalah cita ideal yang dalam bahasa filsuf Islam klasik disebut sa'adah. Kita tahu, kelahiran Rasulullah di muka bumi ini adalah untuk mewujudkan sa'adah bagi umat manusia. Maka dengan datangnya bulan maulid kali ini, ke depan, nilai ideal semacam itulah yang harus kita perjuangkan bukan ?

                Mari kita jadikan Rasulullah SAW sebagai rujukan utama dalam segala aktivitas kehidupan kita. Semoga dari peringatan maulid ke maulid berikutnya prestasi hidup kita semakin meningkat. Amiin Ya Rabbal 'Alamim.

Rabu, 05 Oktober 2016

WORKSHOP PEMBUATAN FILM INDIE

 Rabu,15 Desember 2010 lalu, SMK N 1 Btang bekerja sama dengan pro TV Semarang dalam mengadakan workshop pembuatan film indie bagi pelajar, mahasiswa dan umum, dengan biaya registrasi  Rp25.000 untuk setip peserta.
      Kegiatan yang diikuti oleh ± 70 peserta ini mendapat respon baik dari para peserta. Dari peserta workshop kebanyakan dari kalangan pelajar di Batang, banyak juga para pengamat film dan jurnalis yang hadir.Peserta dari Pekalongan hanya ada dari MAN 2 Pekalongan,yaitu 2 perwakilan siswi, Nurunni’amah Fitriyani dan Ficka Ristia Maharani.

        Workshop dimulai seak pukul 09.00 WIB. Fasilitas yang diberikan dalam workshop antara lain lembar materi, notebook, sertifikat dan snack.Pengisi acara workshop adalah Bapak Bambang Henki dari Pr TV Semarang. Beliau adalah seorang sutradara yang dapat dibilang cukup cerdas. Awal karir beliau dimulai dari profesinya yang menjadi seorang reporter di RCTI.Setelah sekian lama mengembangkan dirinya ,kini beliau menjadi seorang sutradara.
          Selama acara workshop berlangsug, ada beberapa film yang diputar, antara lain film karya siswa SMK 1 Batang dan sebuah drama yang difilmkan dengan judul KARTIWI yang di sutradarai oleh Bapak Henki.
           Saat seminar berlangsung, ada beberapa materi yang diberikan, terutama tentang cara pembuatan flm indie.Film indie adalah sebuah film yang berdurasi cukup singkat, atau tidak melebihi dar 30 menit , namun mempunya pesan yang terkandung didalamnya, lain dengan sinetron (sinema Elektronik) yang bergaya glamour.
          Menurut   Bapak Bambang Henki dalam membuat film, ada beberapa cara, antara lain sebaga berikut  :
Ø      Dalam membuat film, buatlah sebuah tim yang solid, dan yang terpenting anggaran .
Ø      Dalam membuat flm, jumlag crew paling minim 10 orang.
Ø      Menentukan hunting film .
Ø      Dalam menggunaka camera, pakailah setriport .
Ø      Buatlah film karya sendiri, jangan mengambil karya orang lain, sebab itu menyangkut hak cipta.
Ø      Pada saat sebelum dan sesudah pengambilan gambar,dber jeda kira-kira 9 detik untuk mempermudah editing.
Ø      Dalam editing gambar lebih baik diberi efek
Ø      Suara sangat penting untuk menentukan konflik

            Catatan penting bagi seorang sutradara harus paham atau mengetahui tentang cameramen, lighting, kostum, efek, make-up,dan sebagainya .Karena yang menjadi faktor utama pembuatan film adalah sutradara.
              Setelah materi yang diberikan oleh Bapak Henki selesa, dan tentunya dari peseta banyak yang bertanya tentang hal-hal yang berkatan dengan film indie, dilanjutkan dengan praktek, dari peserta, khususnya pelajar, diberi tugas untuk membuat film pendek yang diberikan secara berkelompok. Untuk kelompok merupakan gabungan dari sekolah-sekolah lain kebetulan MAN 2 PEKALONGAN bergabung dengan sekolah Bintara,SUPM,SMK 1 Kandeman dan SMA N 2 Batang.Dan Alhamdulillah kelompok dari MAN 2 PEKALONGAN dan teman-teman yang lain mendapat pujian dari Bapak Henki, karena tugas film pendek kami menjadi film yang terbaik, karena dari segi bahasa, pengambilan gambar sudah baik di bandingkan dengan peserta yang lain.
              Dari workshop pembuatan film sangat bermanfaat dan pesan dari Bapak Henki beliau ingin pelajar-pelajar yang ada di Pekalongan maupun di kabupaten Batang dapat membuat sebuah film yang membangun komitmen, dan dapat mengikuti festifal film nasional yang tahun lalu dimenangkan oleh kota Purbalingga.
               Dan MAN 2 PEKALNGAN mendapat pesa khusus dari panitia workshop diharapkan MAN 2 PEKALNGAN dapat membuat film dan mengikuti festifal film.
                 So,buat temen-temen yang membuat film jangan lupa menerapkan langkah-langkah diatasnya?? Dijamin film yang dibuat bakal bermanfaat dan mendidik.