Tanpa
terasa, kita sudah memasuki bulan Rabi'ul Awwal hari ke – 5 atau
tanggal 5. Yang berarti Jum'at depan 12 Rabi'ul Awwal adalah peringatan
hari kelahiran teladan dan junjungan kita Rasulullah SAW. Bagaimana
refleksi kita terhadap peringatan hari kelahiran rasul terakhir dan
kekasih Allah SWT itu ?
Kecintaan kita kepada Rasulullah SAW sudah tidak perlu
dipertanyakan lagi. Setiap perayaan Maulid Rasulullah SAW kita larut
dalam kerinduan yang tak bertepi kepada Beliau. Keberadaan kita pada
abad ini, merupakan keistimewaan tersendiri, walaupun tidak pernah
bertemu Nabi namun kita adalah orang yang percaya bahwa nabi adalah
sebaik-baik manusia yang akhlaknya tiada cela. Allah dan malaikat pun
bershalawat kepadanya. Dan sungguh kalau tidak karena engkau ya
Rasulullah, Allah SWT tidak akan menciptakan alam semesta ini.
Suatu ketika, seorang sahabat bertanya, "Rasulullah !
Apakah ada manusia yang lebih baik daripada kami. Kami masuk Islam di
tanganmu. Kami juga berjihad bersamamu?" Rasulullah menjawab, "Benar.
Sekelompok manusia yang hidup setelah kalian. Mereka percaya kepadaku,
walaupun mereka tidak pernah melihatku."
Riwayat lain mengatakan, "Umatku ibarat hujan. Tidak
pernah diketahui mana yang paling baik. Awal atau akhirnya." Al-Qadhi
'Iyadh menuturkan, setiap generasi memiliki keunggulan dan keistimewaan
sendiri. Generasi awal menjadi begitu istimewa karena beriman setelah
menyaksikan mukjizat secara langsung dan menerimanya dengan baik.
Sedangkan generasi akhir percaya pada sesuatu yang tidak terlihat
(ghaib) setelah menyaksikan tanda-tanda, dan menerima dengan baik serta
secara suka rela. Jika umat awal berperan dalam menegakkan agama, maka
umat yang akhir berperan menjaga ketegakannya. Artinya, potensi generasi
awal dan akhir adalah sama. Setiap tetesan air hujan selalu memiliki
peran dalam menumbuhkembangkan tanaman. Demikian pula dengan generasi
awal dan generasi yang lebih akhir, sama-sama punya potensi dan peran
dalam mewujudkan khairu ummah (umat yang terbaik).
Kita akui, salah satu kelemahan kaum muslimin di negeri
ini adalah suka kepada hal-hal yang bersifat meriah tapi abai kepada
hal-hal yang fundamental. Kita sepakat bulat bahwa perayaan maulid
adalah hal yang penting, tapi yang jauh lebih penting adalah bagaimana
kita bisa mengkonkretkan setiap perilaku Rasulullah SAW dalam perilaku
nyata sehari-hari. Kita adalah pecinta maulid, tapi kita juga pecinta
kehidupan yang siap bekerja keras dan berprestasi dalam segala bidang
kehidupan.
Penjelasan Al Qadhi di atas, memberikan semangat kepada
kita untuk selalu melakukan perubahan menuju yang lebih baik. Dari tidak
mengenal Nabi, menjadi orang yang paling tahu tentang beliau. Dari yang
tidak pernah mengamalkan ajarannya, menjadi orang yang paling gigih
mengamalkan. Dari yang tidak konsisten, menjadi konsisten. Dari
kemalasan menjadi penuh semangat. Dari yang buta ilmu menjadi pencinta
ilmu. Beberapa hal ini adalah contoh perubahan diri sendiri.
Di ruang publik (sosial), perubahan yang dilakukan
individu-individu itu tentu saja dapat memberikan pengaruh yang tidak
sedikit. Keshalihan sebagai simbol keunggulan spiritual, mendorong
terwujudnya ketenteraman sosial. Kemakmuran dan kesejahteraan merupakan
nilai ideal yang diharapkan oleh hampir semua manusia.
Sikap-sikap rakus yang menerjang norma-norma sosial-agama
harus dihentikan. Disinilah pentingnya akhlak. Apapun sistem yang
diterapkan, selama ditopang perilaku yang baik pula, insya Allah dapat
membawa kesejahteraan. Sebuah bangsa tidak akan hancur oleh kebebasan.
Ia hanya akan hancur oleh keburukan budi pekerti.
Itu semua adalah cita ideal yang dalam bahasa filsuf
Islam klasik disebut sa'adah. Kita tahu, kelahiran Rasulullah di muka
bumi ini adalah untuk mewujudkan sa'adah bagi umat manusia. Maka dengan
datangnya bulan maulid kali ini, ke depan, nilai ideal semacam itulah
yang harus kita perjuangkan bukan ?
Mari kita jadikan Rasulullah SAW sebagai rujukan utama
dalam segala aktivitas kehidupan kita. Semoga dari peringatan maulid ke
maulid berikutnya prestasi hidup kita semakin meningkat. Amiin Ya Rabbal
'Alamim.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar